pasar burung, dan batal masuk
saya tak pernah suka ke pasar burung di ngasem.
pertama, karena memang tak suka unggas-unggasan dan burung-burungan. kedua, saya tak sedang dalam rangka mencari hewan peliharaaan di rumah. ketiga, saya tak suka bau tai hewan di kawasan itu.
tapi sore ini kyle mengajak ke pasar burung. uhm.
pasar ini sudah ada sejak tahun 1809 dan menjadi pasar burung tertua di jogja. penjual burung mengangkangi sepertiga dari luas pasar burung yang ada. tapi yang dijual bukan cuma burung saja, tapi juga beragam hewan lain. misalnya ular, ikan hias, anjing, kucing, musang, berbagai jenis ayam hingga kelinci. konon, disinilah dulu para bangsawan jajan burung peliharaan. maklum, burung menjadi simbol status sosial kebangsawanan jaman dulu setelah kuda sebagai transportasi dan keris sebagai senjata.
banyak turis yang juga melancong sampai ke sini, usai bertandang ke kraton dan tamansari. maklum, letaknya berada dalam area yang sama. tak heran, kyle sangat ingin berkunjung ke sini.
kendaraan sudah diparkirkan. sudah masuk ke dalam area pasar burung. tapi, niat diurungkan. “bagaimana dengan flu burung?” tanya kyle.
gosh. kyle dan saya pun kemudian menyingkir dengan segera dari area ini.