ke terrace cafe dengan opa
agaknya saya harus lebih giat menelisik kehidupan malam di jogja.
pasalnya, orang-orang yang saya usung dari beragam usia. dan kini saya harus membawa aloy, made dan nina, teman-teman wartawan yang tengah ‘berpiknik’ ke jogja.
ujung-ujungnya, ya saya bawa ke terrace cafe. disini, pakai sandal jepit pun boleh masuk. abisnya opa aloy pakai sandal jepit sih!
kami mulai gembira sejak datang. lebih gembira lagi saat pitcher pertama datang. dan lebih-lebih gembira lagi saat pitcher-pitcher lain datang! olala … dan permainan musik dari inhouse-grup band pun semakin membikin kami gembira.
menjelang tengah malam, ada yang minta lagu umbrella. namanya habibi. aih, rupanya si kecil ini tengah merayakan ulang tahun! –saya jadi ingat merayakan ulang tahun paimun di terracce cafe ini, beberapa tahun lalu.– lucunya, melafalkan umbrella tidak dengan semestinya, tapi dengan ‘u’ yang sangat kental. duh duh duh …
kami gembira. sungguh.
hanya saja, harus membatalkan acara buka botol wine yang dibawa sendiri soalnya corkage fee nya 100 ribu. kemahalan ah.
dan melanjutkan hingga pukul 03.00 di kamar opa aloy.