will be back: cow mad
saya pasti akan kembali ke cow mad lagi.
bello pernah menunjukkan tempat makan ini beberapa waktu lalu. “lo suka daging-dagingan kan fay? nyoba deh disini,” katanya.
cow mad.
dan tadi saya barusaja mencicipi pedasnya iga bakar ala cowmad yang pedasnya masih tertinggal di mulut. bersama arun. perkara awalnya adalah soal kamera yang harus saya pinjam darinya. dan kami terus membincangkan makanan serba iga. “di depan jimbaran ya ada kok fem … ” katanya. kemudian kami membandingkan iga ini dan iga itu.
cow mad ini letaknya di belakang percetakan kanisius, di deresan. persisnya lagi, ada di ujung lain di kos-kosan bello. bentuknya rumah joglo dengan temaram lilin nan romantis di malam hari. arun rupanya sudah memilih tempat yang tepat: outdoor. beratap langit berselimut angin malam jogja. *halah*
terimakasih Tuhan, tidak hujan!
baru saya tahu, ternyata arun doyan makan. kalau ada paimun dan bram, pasti lebih seru lagi. atau, ada manuk-manuk de britto lain, pasti juga rame.
aih. manuk de britto sapi memang membikin saya gila.