tiket kereta dimahalin calo

kalau beli tiket dan sudah pasti kehabisan, sebaiknya datang ke stasiun dengan kendaraan biasa saja. motor, misalnya.

saya biasa ngere. apapun bisa lah. mau ke jakarta tak pakai tiket, juga sudah biasa. pakai tiket tanpa tempat duduk juga biasa. apalagi tidur di koridor, bukan hal yang baru. yang belum pernah saya lakukan adalah ke stasiun dengan naik mobil, dan sudah pasti kehabisan tiket.

tahu saya keluar dri pintu BMW-nya paimun, calo sudah menghadang di depan stasiun lempuyangan jogja. tiket dibanderol Rp 75 ribu. sinting. saat menolak, teriakannya –sekali lagi, teriakannya– yang membikin saya sebal: “lha tunggangane wae mobil, BMW, mosok ora kuat tuku tiket 75,” katanya, dengan berteriak ke teman-temannya. maksutnya: lha naiknya saja mobil, BMW, masa enggak mampu beli tiket seharga Rp 75 ribu.

ah, yang bener saja.

itu mah namanya kebangetan. tapi, saya juga tak bisa menjelaskan bahwa itu adalah mobil paimun. bukan mobil saya. dan saya juga tak bisa menjelaskan bahwa saya pulang saban minggu, dan sudah 4 tahun begini.

sontoloyo.

tetap saja, saya beli di loket dengan cap tebal: tiket berdiri.

Leave a Reply