Archive for the ngrasani jogja Category

jogja, dan rasa sebal itu

Posted in ngrasani jogja with tags , , on August 31, 2008 by femi adi soempeno

saban kali mau blogging di halaman ini, sebel banget!

entah kenapa, halaman ini sering sekali sulit sekali untuk dibuka. harus menunggu beberapa saat. setidaknya setengah menit. tidak seperti halaman saya yang lain yang dengan mudahnya.

kadang perlu merefresh. atau, malah perlu untuk membuka halaman jogjakarta ini secara khusus, kemudian baru membuka halaman write post.

ah, menyebalkan.

batal tirakatan

Posted in konco-konco, ngrasani jogja with tags , , , on August 16, 2008 by femi adi soempeno

ah, saya batal tirakatan.

awalnya, saya sudah bikin janji dengan mas eben dan mbak lina mau tirakatan bareng. “jam 10-an ya!” katanya.

inilah ritual yang tak pernah hilang: tirakatan saban malam 17 agustus. saatnya bertemu dengan tetangga kanan dan kiri. membaur, menjadikan ’satu’ sebagai warga yang tinggal di area yang sama.

tapi saya batal tirakatan. persis lima belas menit sebelum jam kencan untuk tirakatan bersama, rupanya mas eben dan mbal lina sudah duluan berangkat. oops.

jadilah arun dan saya hanya duduk-duduk di rumah, menghabiskan botol-botol bir yang tersisa. sampai … lima botol!

ah, jangan-jangan saya memang tidak niat tirakatan! :)

harus fisioterapi

Posted in ngrasani jogja with tags , , , on August 2, 2008 by femi adi soempeno

tangan saya masih sakit sejak ditabrak kendaraan april lalu. shoot.

makanya, saya menyediakan waktu untuk bertandang ke rumah sakit dan menjumpai dokter syaraf. tujuannya, ya biar sembuh dong ya.

nyatanya, hanya di-mek saja. disentuh, gitu. kemudian si dokter urik-urik surat, merekomendasikan agar saya fisioterapi selama tiga hari berturut-turut. wah, saya tahu, saya ngeri dengan yang begini-begini.

tapi saya lebih tahu, saya harus sembuh. satria, teman berkereta, mengalami hal serupa dan tidak juga sembuh. shoot. “kadang masih nyeri,” katanya.

waduh. padahal ini aset. untuk mengangkat galon air. untuk membuka selai. untuk membuka saus tomad untuk pasta.

ayah, ibu, bagaimana ini.

lagi, awul-awul

Posted in ngrasani jogja with tags , , on July 13, 2008 by femi adi soempeno

ah! saya belajar lagi tentang ’sebaiknya naik kendaraan biasa’.

rupanya bukan cuma soal beli tiket saja. datang ke awul-awul dengan mobil, banderolnya bakal beda dengan naik sepeda motor.

dua minggu lalu saya mengangkut kemeja dengan harga Rp 35 ribu. kali ini, di toko yang sama, dengan bawa motor sebagai moda transportasi, kemeja sejenis saya angkut dengan harga Rp 20 ribu. silik pitit!

sumpah, larang tenan!

Posted in ngrasani jogja with tags , on July 13, 2008 by femi adi soempeno

saya menyambangi gerai batik dan kerajinan yang selama ini hanya saya lewati saja.

batik beteng, letaknya di pojok beteng kulon (jokteng kulon). persisnya, ke sekitar 200 meter dari perempatan pojok beteng kulon ke arah brigjen katamso.

yang bikin menarik disana adalah ibu-ibu yang membatik. dalam perbincangan kecil, nyatanya saya dan siapapun juga bisa belajar mbatik di gerai itu. ongkosnya, tentu saja harus ditanyakan pada bagian administrasi. menarik kan? :)

saya mulai menjelajah. ke arah batik. astaga. batik yang ‘begitu saja’, masa banderolnya Rp 87 ribu, Rp 115 ribu, Rp 150 ribu … sebagai orang yang doyan menjelajah batik, untuk batik yang ‘begitu saja’, saya tak pernah membungkusnya semahal itu. sumpah, batik beteng ini larang tenan!

batik yang model pakaiannya model jaman sekarang, biasanya bisa dibawa pulang tak lebih dari Rp 70 ribu. malah, rata-rata hanya Rp 50 ribu, dan bisa sedikit lebih murah dari itu. lha kok ini bisa sampai Rp 150 ribu.

saya hanya bergumam pendek: uwh, pantes, sepi. mana mau ada yang beli dengan harga semahal itu.