Archive for ibu

ngembangi ayah dan ibu

Posted in tilik bapak-ibu with tags , , , on July 20, 2008 by femi adi soempeno

saya ke makam ayah dan ibu lagi.

kali ini, sangu saya dua buket kembang mawar merah dan merah muda yang mekruk lantaran semalaman saya rendam di air di kamar mandi. indah.

saya tahu, saya bangun kesiangan. alarm pagi nyatanya tak bisa memaksa saya beranjak setelah merebah tiga jam. ah. harusnya pagi lebih indah. bercengkerama dengan ayah dan ibu di rumahnya yang baru.

pdanya saya bilang, semoga keduanya baik-baik saja. akur. berbagi perbincangan dan gelapnya rumah tinggal yang baru. dan juga, Dia senantiasa menerangi keduanya dengan bahagia yang amat sangat. saya percaya, Dia telah membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

be, bu, si bungsu kangen.

mesin jahit ibu

Posted in tilik bapak-ibu with tags , , on April 18, 2008 by femi adi soempeno

sungguh, saya ingin tetap menyimpan mesin jahit ibu.

sekarang saya letakkan di pojok ruangan. sebelah menyebelah dengan meja panjang untuk setrika. melihat dan mencermatinya kembali, seperti merasa ibu sedang menjahit, dan terus menjahit.

mesin jahit itu seperti berjiwa, bernyawa. ibu ada di sana.

sedang menjahit kemeja ayah. atau, rok ibu sendiri. esti sering tak sabar kalau dijahitkan ibu. maunya cepat selesai. hahaha … dan, ibu sering membelakangkan roknya sendiri. saat baju-baju ayah, esti dan saya sudah rampung, punya ibu yang belum rampung.

dan pagi tadi om joko membantu melipat mesin jahit agar bisa digunakan sebagai meja. ada kata lucu yang sudah hilang dari gendang telinga saya dan esti selama bertahun-tahun. yaitu: thot.

iya, minyak mesin.

sejak jaman simbah kakung dan simbah putri, ibu biasa menyebut minyak mesin dengan sebutan thot. thot itu biasanya diletakkan di botol plastik putih kecil dengan moncong panjang. sehingga, daya jangkaunya pun cukup dalam, hingga ke bagian terdalam mesin jahit.

thot. ibu. mesin jahit.