Archive for jogja

jogja, dan rasa sebal itu

Posted in ngrasani jogja with tags , , on August 31, 2008 by femi adi soempeno

saban kali mau blogging di halaman ini, sebel banget!

entah kenapa, halaman ini sering sekali sulit sekali untuk dibuka. harus menunggu beberapa saat. setidaknya setengah menit. tidak seperti halaman saya yang lain yang dengan mudahnya.

kadang perlu merefresh. atau, malah perlu untuk membuka halaman jogjakarta ini secara khusus, kemudian baru membuka halaman write post.

ah, menyebalkan.

batal pulang

Posted in tilik bapak-ibu with tags , , on July 4, 2008 by femi adi soempeno

saya batal pulang.

sebel deh. padahal saya sudah mengantongi tiket pulang ke jogja jumat ini. lantaran ada tulisan yang kudu muat hari senin, mau tak mau saya harus tinggal untuk menulis. jadinya, tiket saya operkan ke mas guido. hanya saja, setelah saya operkan, nyatanya ada kabar tulisan bukan untuk hari senin, tapi untuk hari rabu.

ah. padahal saya sudah kangen bapak ibu.

tak tergantikan

Posted in ngrasani jogja with tags on June 22, 2008 by femi adi soempeno

tidak pulang jogja minggu ini.

dan benar, jogja memang tak tergantikan oleh keriangan apapun di jakarta.

FKY meriah

Posted in ngrasani jogja with tags , , , on June 7, 2008 by femi adi soempeno

saya selalu merindukan pawai seperti ini.

arak-arakan, barisan orang berpakaian spesial. membaris rapi dengan tonjolan masing-masing yang khas. dan sore ini saya jumput di pembukaan FKY. meriahnya!

yang paling mencolok adalah barisan waria. dua orang berpakaian unik, dengan rok yang bisa dinjeplakkan ke atas secara kaku. maklum, ada penyangga batang kayu tipis di bagian rok. goyangan bahu dengan lutut agak ditekuk sembari menyibakkan rok menjadi pemandangan yang hanya bisa dujumpai sekali setahun.

sungguh, mental mereka baja. tahan cercaan, tahan celaan, tahan ejekan … tak terkira luar biasanya!

lucu lagi pasukan huru-hara nya polisi (PHH). pasukan ini rapi, teratur. pokoknya polisi banget. hanya saja, pentolannya kok simbah-simbah berseragam merah mencolok –diantara pasukan berseragam hitam polisi– dengan bawa pisau besar menyerupai golok dan berkacamata. duh!

rasanya ingin bergoyang saat truk kampung pajeksan menabuh alat-alat musiknya. sedap ah. merem sedikit saja, rasanya sedang di pawai CSD. olala! rasanya badan ingin berjogetan. sumpah!

trima kasih jogja untuk pawai yang meriah ini.

dingin

Posted in tilik bapak-ibu with tags , , , , on May 24, 2008 by femi adi soempeno

semakin ke jogja, semakin dingin.

itu yang saya rasakan semalam, saat berkereta dari jakarta ke jogja. agaknya musim kemarau sungguh-sungguh sudah tiba! saya menggiggil. angin ini berbeda dengan angin dua minggu silam saat saya pulang ke jogja. angin ini sungguh dingin.

tidur saya jadi tidak nyenyak. saya sibuk merapatkan tubuh saya, membuat badan menjadi lebih hangat, dan kalau bisa lebih panas. tapi apa yang bisa dilakukan selain sedakep?

“sakmenika mlebet mangsa ketiga to mbak …” kata tukang becak yang mengantar saya pulang. iya, iya. ini sudah masuk mangsa ketiga. mangsa-nya jogja atis. dingin.