Archive for kebun

tinggal di rumah

Posted in konco-konco, tilik bapak-ibu with tags , , on July 20, 2008 by femi adi soempeno

saya menikmati siang di rumah.

minggu siang di rumah. ah, jarang sekali. saya memasak. saya membereskan kebun. saya mendengarkan musik. saya duduk tenang di meja belajar. hasilnya: adem.

beberapa menit saya habiskan untuk membikin steak sirloin. semalaman saya basuh dengan bumbu pelumur. hasilnya, ya dengan sedap saya nikmati sendirian. sementara arun, yang arun datang untuk mengambil sepeda, sudah saya jejali dengan burger dari holland.

saya tahu, adem sekali di rumah.

andai minggu tak lekas habis, pasti saya akan lebih lama tinggal. sembari menata file di komputer. sembari mengenang ayah dan ibu. juga, merindui esti.

bulat dan memanjang

Posted in tilik bapak-ibu with tags , on June 8, 2008 by femi adi soempeno

saya tak tahu model apa yang terbaik untk tetean di depan rumah.

dan selalu saja modelnya sama, dan sama lagi. bulat di bagian atas, dan kemudian memanjang ke bawah, lebih ramping.

sesungguhnya saya ingin di bagian bawah itu tanpa adanya daun tetean. jadi, batang saja. tetapi itu rupanya tidak mudah. batang tetean tak cukup kokoh, besar dan seksi untuk tampil solo tanpa dedaunan.

rasanya, model yang selalu sama pun tetap bagus.

dan saya merampungkannya di malam hari. kalau siang … panas!