Archive for kereta

libur telah tiba

Posted in ngrasani jogja with tags , on May 31, 2008 by femi adi soempeno

libur tlah tiba, libur tlah tiba! hore, hore, hore! simpanlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu. libur tlah tiba, libur tlah tiba! hore, hore, hore!

sesungguhnya bukan perkara libur panjang atau punya kesempatan untuk cuti. tetapi ini masalah tiket kereta. secuil kertas di tangan menunjukkan angka 163. sementara panggilan melalui pengeras menunjukkan nomer urutan 98. dan, layar komputer mencatat 0 untuk sisa tempat duduk kereta hari minggu.

shoot.

mencari lia susahnya setengah mati juga. maka, saya putuskan sendiri untuk ke ruang kepala stasiun. mungkin Dia mencipratkan keberuntungan pada saya sore ini.

dan dapat.

“ambil di loket 5, penjualan langsung ..” kata staf KS. sip!

terima kasih.

 

kereta fajar

Posted in tilik bapak-ibu with tags , on May 31, 2008 by femi adi soempeno

kalau tak kepepet, saya tak akan naik kereta fajar. capek.

seperti pagi ini.

semalam pergi dengan congli dan chris. pulang pagi, menjelang subuh. tentu, saya tak punya banyak waktu untuk tidur pagi. saya memilih untuk tidak tidur ketimbang ketinggalan kereta.

ular besi ini menggeliat dengan begitu cepatnya. beruntung, lia menjadi teman berbincang yang menyenangkan di pagi yang melelahkan. hingga saya memutuskan untuk tidur. menggelar koran, dan tidur.

gerah yang membangunkan saya.

dan saya memutuskan untuk terjaga hingga masuk jogja. pecel kecombrang juga membuat saya semakin terjaga. pedasnya, mak … khas pecel kereta!

dan saya membungkus lanthing. tuku welas. guratan di wajah si penjual yang menebal mengingatkan saya pada ayah. 

I’m home.

dingin

Posted in tilik bapak-ibu with tags , , , , on May 24, 2008 by femi adi soempeno

semakin ke jogja, semakin dingin.

itu yang saya rasakan semalam, saat berkereta dari jakarta ke jogja. agaknya musim kemarau sungguh-sungguh sudah tiba! saya menggiggil. angin ini berbeda dengan angin dua minggu silam saat saya pulang ke jogja. angin ini sungguh dingin.

tidur saya jadi tidak nyenyak. saya sibuk merapatkan tubuh saya, membuat badan menjadi lebih hangat, dan kalau bisa lebih panas. tapi apa yang bisa dilakukan selain sedakep?

“sakmenika mlebet mangsa ketiga to mbak …” kata tukang becak yang mengantar saya pulang. iya, iya. ini sudah masuk mangsa ketiga. mangsa-nya jogja atis. dingin.

stasiun tugu

Posted in ngrasani jogja with tags , , on April 28, 2008 by femi adi soempeno

stasiun tugu hanya sepelemparan batu dari rumah saya.

dan saya selalu merasa beruntung punya simbah kakung masinis. itu yang membikin keluarga kami berumah di ‘kota’ jogja. mbah, maturnuwun. dulu, hal yang paling menggembirakan adalah menjemput keluarga dari jakarta.

konon, stasiun ini sudah menjadi area pemberhentian kereta api sejak 2 mei 1887. tua ya. tapi, ternyata masih tua stasiun lempuyangan. stasiun kecil ini sudah beroperasi 15 tahun sebelum stasiun tugu. dulunya, stasiun tugu hanya digunakan untuk transit kereta pengangkut hasil bumi dari daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. hanya saja sejak 1 Febnruari 1905, stasiun tugu sudah mulai digunakan untuk transit kereta penumpang. dan jalur ke luar kota pertama sudah mulai dibangun pada tahun 1899. yaitu, dari jogja ke surakarta.

jarang sekali masuk stasiun dari pintu depan. yang selalu saya lakukan, ya lewat pintu belakang. bukannya mau ngirit peron. hanya saja, rumah saya ada di belakang stasiun tugu ini. area belakang stasiun dulunya adalah area yang dikangkangi waria-waria. usai pembersihan sekitar tahun 90-an, bagian belakang stasiun bersih dan bebas waria ngeceng.

parkiran kereta ada di bagian belakang, persis saat saya menjejak stasiun pertama dari pintu belakang. kereta-kereta dimandikan di bagian parkiran itu. kalau mau berkereta bisnis atau eksekutif, tinggal bablas menuju ke arah timur saja.

arsitektur stasiun tugu sangat kental dengan nuansa belanda. bangunan tinggi besar, dengan tiang-tiang besi yang kokoh.

eh, kereta saya sudah datang. itu, kereta gajayana yang malam ini akan mengangkut saya ke jakarta.