Archive for makan

mbok wignyo

Posted in konco-konco, mangan-mangan with tags , , , , , , on August 25, 2008 by femi adi soempeno

prast memamerkan warung kebanggaannya: mbok wig, dengan empalnya yang dahsyat. ah, monggo-monggo, dicoba bersama.  

dan kami bertiga, dengan koko, menyambangi warung di kampung demangan itu. nasi putih dengan sayur sop dan cacahan empal. sedap!

seorang simbok tua yang meladeninya. nah, dia itu mbok wig. aksen jawanya sangat kental, dan ia tampak ramah meladeni satu per satu pengunjungnya. ada lagi satu orang laki-laki. mm … mungkin suaminya. atau, anaknya? entah.

dan nasi putih yang dicidukkan ke piring begitu banyaknya. hah. porsi setengah saja buanyak. apalagi satu porsi. pilihan sayurnya beragam. tapi konon menu yang paling dahsyat ya hanya sayur sop ini. dan cacahan empalnya. “biasanya enggak dicacah begini …” kata prast.

nyamleng tenan.

dibubuhi sambal dan krupuk udang yang berisi tiga sebungkus, sop dan empal ini terasa nendang. aih, iya, serasa ditendang mbok wig yang berkebaya lawas itu.

dua porsi nasi-sop-empal plus krupuk udang, hanya Rp 15 ribu saja.

maturnuwun prast.

sate babi prahu layar

Posted in mangan-mangan with tags , , on July 12, 2008 by femi adi soempeno

temu janji dibikin.

saya dengan pras, berencana mengadu sate babi. tujuannya sudah jelas meski saya belum pernah menyambanginya. yaitu, sate babi prahu layar. saya harus menunggunya agak lama. rupanya dia dicegat untuk sejenak berbincang dengan si empunya penerbitan.

letaknya di godean. persis di pinggir sebuah gang yang ada patung perahu layarnya, makanya, namanya sate babi prahu layar. cilik sekali etalasenya. iya, pakai etalase. yang dipajang ya sate babi dan perkakasnya. sementara, bakaran yang berukuran kecil berada di sebelahnya. perempuan setengah tua yang berjaga. “biasanya bapaknya, bukan dia,” kata pras.

dan pras bertutur banyak tentang sate babi yang sudah banyak berubah ini. ah. rupanya pras bukan sekali dua kali menyambangi kedai ini. “tapi ini beda. itu tadi, katanya, sudah pakai cara seperti yang ada di pathuk, direbus dulu,” kata pras.

ini juga enak kok. dagingnya empuk. penataannya rapat, tidak jarang-jarang. bakarannya tidak terlalu gosong. cocok dipadukan dengan kecap merek SK yang hanya ada satu botol di meja. dua porsi sate babi dengan nasi yang pulen namun agak jemek, plus dua es teh, total banderolnya Rp 20.000.

saya pasti akan kembali ke sana lagi.

membanding-bandingkan iga bakar

Posted in konco-konco, mangan-mangan with tags , , on June 14, 2008 by femi adi soempeno

tiga minggu belakangan, saya sibuk berpetualang iga bakar.

iga bakar pertama saya coba di warung iga bakar di gejayan. saya makan sendiri. uwh. sedap sih. rasanya nyamleng banget. saya pesan iga bakar blackpepper. rasanya sedap, dengan butiran blackpepper yang digerus kasar. rasa blackpeppernya cukup nendang.

iga bakar kedua saya cicip di cow mad di belakang kanisius. saya makan dengan arun. tapi saya terlihat cacat disini. dua lemon tea saya tenggak habis dari dua gelas besar! duh, aib nih di depan arun. saya makan iga bakar pedas. awalnya tidak pedas. warna merah yang melumuri iga nyatanya membikin saya dan arun sepakat, “enggak pedes ya, ini cuma gertak merah sambal saja …” tapi kesepakatan ini harus buru-buru kami koreksi. “duh, pedes … pedesnya tertinggal!” hahaha …

iga bakar ketiga saya coba di iga bakar sapi bali di jalan kaliurang. saya makan rame-rame dengan manuk-manuk de britto itu. arun, bram, paimun dan paimun kecil. iga bakar ini pedas, kalau pesan iga bakar kecap itu manis. pilihannya jatuh pada iga bakar. rasanya cukup enak dengan tingkat kepedasan sedang. rasanya malah agak manis dan tidak ada acara kepedesan seperti di cow mad. kali ini saya dan arun kembali bersepakat, “sama-sama pedas, tapi nenadang cow mad ya dibanding sapi bali ini …”

dan juaranya adalah … cow mad!

sedap ah.

 

buku resep

Posted in tilik bapak-ibu with tags , on June 9, 2008 by femi adi soempeno

saya memang pemakan segala. tetapi saya bisa menentukan mana yang paling diantara yang paling saya suka.

yaitu olahan serba sayur: pecel, gado-gado, salad.

ada lagi, olahan serba daging sapi: steak, sop daging, sate

juga serba mie atau pasta: spaghetti, mi godog

atau olahan kentang: kentang rebus, kentang goreng

itu sebabnya saya membungkus buku resep beberapa menu kesukaan saya ini dari periplus. harga sebuahnya IDR 30.000. cukup mahal, tapi rasanya untuk belajar bikin steak, pasta dan salad, ini cukup edukatif.

ada yang mau belajar masak dengan saya?

steak, dan berhasil!

Posted in mangan-mangan, tilik bapak-ibu with tags , , on June 9, 2008 by femi adi soempeno

jumat kemarin saya menemukan bumbu bbq, yaitu del monte. sedap ah, tinggal diusap, didiamkan semalaman dan grill saja.

batal membikin steak lagi sudah membayang. sialan ah. tak mudah membuka kaleng kaca del monte dengan tangan kanan saya yang cacat. tapi untungnya ada yang bisa diajak sambatan. pak jum, tetangga sebelah. dan … bisa!

jadi saya melumurinya dengan bumbu del monte, membubuhinya dengan merica dan garam. sesudahnya, mendiamkannya di kulkas selama semalaman.

barusan saya membakarnya diatas panggangan. ini minggu kedua saya mencoba bikin steak. hasilnya? mantab! empuk! hanya saja, tetap gosong di bagian pinggir.

tak apa. begini saja sudah nikmat.

ada yang mau steak bikinan femi?