sungguh, saya ingin tetap menyimpan mesin jahit ibu.
sekarang saya letakkan di pojok ruangan. sebelah menyebelah dengan meja panjang untuk setrika. melihat dan mencermatinya kembali, seperti merasa ibu sedang menjahit, dan terus menjahit.
mesin jahit itu seperti berjiwa, bernyawa. ibu ada di sana.
sedang menjahit kemeja ayah. atau, rok ibu sendiri. esti sering tak sabar kalau dijahitkan ibu. maunya cepat selesai. hahaha … dan, ibu sering membelakangkan roknya sendiri. saat baju-baju ayah, esti dan saya sudah rampung, punya ibu yang belum rampung.
dan pagi tadi om joko membantu melipat mesin jahit agar bisa digunakan sebagai meja. ada kata lucu yang sudah hilang dari gendang telinga saya dan esti selama bertahun-tahun. yaitu: thot.
iya, minyak mesin.
sejak jaman simbah kakung dan simbah putri, ibu biasa menyebut minyak mesin dengan sebutan thot. thot itu biasanya diletakkan di botol plastik putih kecil dengan moncong panjang. sehingga, daya jangkaunya pun cukup dalam, hingga ke bagian terdalam mesin jahit.
thot. ibu. mesin jahit.









