Archive for paimun

menang biliar

Posted in konco-konco with tags , , on June 14, 2008 by femi adi soempeno

“ora … aku ora weruh kok …” kata arun dan paimun.

silik pitit! keduanya selalu begitu kalau saya salah menyodok bola. atau, kalau bola melenceng dari perkiraan. saat bola mintip-mintip di ujung lubang, mereka juga akan mengatakan hal yang sama. sembari melihat langit-langit, atau buru-buru ambil ponsel dan bilang, “aku lagi sms …”

hahaha …

sekalinya bola masuk, itu juga karena free ball. dan mereka dengan riuh menepuki saya. asem. tekek.

nyodok bola memang salah satu aktivitas yang paling sering paimun dan saya lakukan di ujung minggu. seru juga ketambahan arun dan paimun cilik, adiknya paimun. tapi sebenernya bukan untuk nyodokkin 9 bola, melainkan untuk curhat.

tentang laki-laki dengan gembolan kelopak senja yang hangat. tentang perempuan perut tipis yang mengingkari keinginannya sendiri.

“run, kowe thok-thok men ora weruh yo … mengko tak critani wes …” kata paimun, saat saya mulai bercerita dengan wajah yang lebih serius, seperti ingin curhat. arun cuma iya-iya aja.

ah.

hingga ada kaki yang menjulur dari kejauhan. sepatunya putih. hanya kaki saja. keduanya pun ditingkahi dengan rasa penasaran yang amat sangat. kemudian mereka berdiri dengan memegang stik biliar, seolah mengantri giliran, tapi sembari mencuri pandang. dasar manuk, manuk …

“sikile apik, tapi jarene arun elek raine …”

hahahahahaha … bukankah yang penting itu rasanya?  

 

nyodok di galaxy

Posted in konco-konco with tags , , , on May 3, 2008 by femi adi soempeno

pertigaan njanti selalu menarik buat saya.

ada ceceran kenangan persis di pertigaan itu. yang tak akan habis. yaitu, nge-pool dengan paimun. main biliar di galaxy.

ruko-ruko di pertigaan itu memang nyaris tak berbentuk. dari luar, biasa saja. tak tampak ada kenyamanan dan keriaan di dalamnya. tetapi, mengangkut paimun dan gelak tawanya, membikin sodokan bola sembilan menjadi sangat menyenangkan.

disana, kami sering bertukar tutur. tentang sekolah. tentang jogja. tentang masa depan. tentang pekerjaan. tetantang pasangan hidup. tentang keluarga. tentang patah hati. banyak. banyak sekali. semuanya menggelinding bersama sembilan bola yang kami sodok dari bibir meja.

dan sore ini, saya kembali ke sana. dengan paimun. dan kyle.

 

rindu paimun

Posted in konco-konco with tags , , on March 11, 2008 by femi adi soempeno

namanya paimun.

asalnya muntilan. pucuk gunung merapi sana. ia teman kuliah di atmajaya. sekaligus, teman makan soto keple di belakang galeria, saat pagi menjemput jumat atau sabtu.

iya. kembali ke jogja rasanya tak komplit tanpa makan soto keple bersama paimun. reriungan kecil hingga satu jam, membikin kami betah di warung soto di jalan profesor yohanes itu. dia makin betah, saat melihat anak-anak stece yang naik becak, jalan kaki maupun naik motor, melintas di depan warung soto. sesekali matanya tak bisa lepas sambil bergumam kecil, “eleh-eleh … jan … cah stece …”

ah, mentang-mentang dulu sekolah di de britto.

hmhm. lama tidak ngeple bersama paimun. biasanya, begitu sampai jogja, atau malam sebelumnya, tinggal telepon paimun dan pasti laki-laki yang senyumnya seringan kapas ini akan bergegas menyambangi warung soto. dan pasti: dia sudah mandi. aaah!

soto pak man. dengan sate ati yang irisannya kecil. dan tentu saja, bersama paimun. pokoke klop banget!