Archive for panti rapih

harus fisioterapi

Posted in ngrasani jogja with tags , , , on August 2, 2008 by femi adi soempeno

tangan saya masih sakit sejak ditabrak kendaraan april lalu. shoot.

makanya, saya menyediakan waktu untuk bertandang ke rumah sakit dan menjumpai dokter syaraf. tujuannya, ya biar sembuh dong ya.

nyatanya, hanya di-mek saja. disentuh, gitu. kemudian si dokter urik-urik surat, merekomendasikan agar saya fisioterapi selama tiga hari berturut-turut. wah, saya tahu, saya ngeri dengan yang begini-begini.

tapi saya lebih tahu, saya harus sembuh. satria, teman berkereta, mengalami hal serupa dan tidak juga sembuh. shoot. “kadang masih nyeri,” katanya.

waduh. padahal ini aset. untuk mengangkat galon air. untuk membuka selai. untuk membuka saus tomad untuk pasta.

ayah, ibu, bagaimana ini.

capek antri

Posted in ngrasani jogja with tags , , on April 26, 2008 by femi adi soempeno

baru kali ini saya sungguh-sungguh capek antri.

tangan kanan saya sakit usai jatuh ditabrak motor beberapa hari lalu. saya memutuskan untuk rontgen di panti rapih. hmh. dan, temu janji dibikin dengan dokter bedah tulang di panti rapih. dadakan.

saya beruntung, kendati dokter bambang membatasi pasiennya hingga 30 orang, tapi saya masih diterima sebagai pasien nomer 32.

jam 9.30 saya mulai duduk di bagian ruang tunggu. antri. menunggu.

10.30. lewat. 11.30. lewat. 12.30. lewat. 13.05. saya baru masuk. ah. hanya 15 menit, saya kemudian dilempar ke radiologi untuk rontgen. ah.

“menunggu 7 pasien, kira-kira satu jam, bagaimana?” tanya petugas radiologi. gosh. tidak apa-apa. dan saya menunggu untuk satu jam kemudian.

tangan saya dipotret untuk sekitar 5 menit. dan masih harus menunggu sekitar 30 menit untuk hasil rontgen.

belum selesai sampai disini, harus menyambangi dokter bambang di ruang bedah tulang. sesudah dinyatakan, “tidak retak, baik-baik saja …” maka saya menuju kasir untuk membayar, dan menunggu 10 menit untuk dibikinkan kuitansi. sesudahnya, membayar obat dan menunggu 45 menit untuk mendapatkan pil.

saya capek antri di rumah sakit panti rapih. sungguh.