ah, begini rasanya kalau ujung minggu tidak pulang.
hanya membayangkan apa yang ada di jogja. apa yang ada di rumah. pastilah disana ada kehangatan yang siap menadah kepulangan saya. nyatanya, saya urung pulang.
kursi kayu madura yang hangat luas. saatnya membubuhi bantalan kursi agar sedikit empuk. dan sepertinya harus memburu batik saja untuk mendapatkan motif batik lawas untuk sarung bantal. lik ban pasti akan membikinnya dengan sempurna. dan pasti, ongkosnya jauh lebih murah.
kursi malas di depan teve, kursi surga. merebah di atasnya membuat tak ingin beranjak. apalagi, acara teve yang menarik kadang menyandera tubuh. dan waktu sepertinya berhenti sejenak untuk kenyamanan kecil ini.
isi kulkas yang penuh. makanan. makanan. makanan. apa lagi? goyangan wok diatas kompor membikin perut gemerincing dan memunculkan lelehan gairah makan yang menderas.
humh.
hanya membayangkan saja. membayangkan jogja. kangen.