Archive for santa maria

stama, ‘99

Posted in konco-konco with tags , , , on August 29, 2008 by femi adi soempeno

saya harus berterima kasih pada bekas sekolah saya dulu, santa maria.

yaps. sekolah itu yang mengantarkan saya pada keriangan kecil sebelum mengancik pada sekolah yang lebih serius: universitas. di sekolah ini, saya bisa menulis dengan leluasa.

memang, di sekolah sebelumnya, van lith, saya tak selalu bisa menulis dengan leluasa. tidak ada kesempatan untuk mencuatkan segala emosi dan gejolak anak usia belasan. aih, tapi bagaimanapun saya tetap mensyukuri proses yang saya lalui di sekolah berasrama ini. *terima kasih*

dan santa maria, sekolah homogen, perempuan semua! oowh … saya tak pernah membayangkan bakal mengenakan rok panjang diantara rok-rok supermini dan gaya yang supercentil. duh, bukan femi banget. :) nyatanya, kelas 2D dan kelas 3-bahasa meninggalkan jejak kenangan yang menggudang: keriangan, kegembiraan, rasa tanggung jawab, kegilaan, pertemanan, persaudaraan … banyak!

terima kasih.

ada undangan datang barusaja. milis santa maria untuk angkatan saya, ‘99. ah, rupanya jejalin ini mulai dibangun kembali. ah, sebuah awal yang baik.

obrolan hangat dengan sahabat

Posted in konco-konco with tags , , , , , , on August 24, 2008 by femi adi soempeno

namanya yani. irene maryani. dia satu-satunya sahabat-bat-bat-bat-bat perempuan saya. saya menemukannya saat sekolah menengah di santa maria.

entah, saya tak pernah bisa menyembunyikan apapun dari ibu satu anak ini. tentang patah hati, jatuh cinta, rasa sebal, keluarga, cetak biru masa depan, mimpi, rekam jejak … saya tahu, saya berjodoh dengannya. kami selalu menyediakan waktu untuk berbincang. ah, terimakasih buat joko dan paolo yang membiarkan saya mencuri sebentar waktu kalian untuk saling bercerita.

tidak terasa, usia pertemanan kami sudah satu dasawarsa. 1998-2008. dan kami masih begini. saling bertukar cerita.

seperti tadi. kami menggelar makanan (yani membeli papa rons pizza) dan berbincang. ah, ini sungguh hangat. sampai jatuh terkantuk. sampai diluar kian menggelap.

dan chocho mengantarkan saya hingga ke gerbang garasi.