Archive for sepeda lipat

ngengkol sepeda lempit

Posted in konco-konco with tags , , on August 25, 2008 by femi adi soempeno

saya tidak akan pulang untuk seminggu ke depan, bahkan dua minggu ke depan, atau mungkin lebih.

itu sebabnya, dengan rela saya sewakan pinjamkan sepeda saya pada yang ingin mencoba kedahsyatan sepeda lempit. kali ini giliran prast.

weleh. saya harus ngengkol dari rumah di bumijo saat siang bolong, ke galangpress. speed 4, atau speed 5, lumayanlah terkayuh hingga ke baciro. padahal ada dua tas yang ada dipunggung saya. uwh.

iya, iya, saya tetap rela kok. :)

saya juga harus mengajari bagaimana melempit sepeda. juga, membukanya. salah-salah, bisa melipet tapi nggak bisa membuka. kojur, to.

nah. nitip ya. harap dijaga, ada begitu banyak kenangan di sana.

ban pit bocor

Posted in tilik bapak-ibu with tags , on June 15, 2008 by femi adi soempeno

tidak ada motor, padahal saya ingin membungkus satu roti tawar gandum dari holland bakery.

maka saya putuskan pit-pitan sembari mampir ke holland bakery. tapi, olala … ban sepeda lempit saya bocor! hiks.

sudah ditambal sekali dua kali, tetap saja bocor. saya menunggu hingga sejam. “ban sekarang susah ditambal. sudah ditmbal, tetap saja tak bisa melekat. padahal ban sekarang kualitasnya tak lebih bagus dari dulu, mahal pula,” kata pak yanto.

sementara itu mbak nuk, istrinya, terus berbicara tentang ayah. seperti nostalgia. hanya saja yang bikin eneg adalah ujarannya yang selalu berulang, ’saya juga lola kok mbak …” maksudnya lola, tak berayah dan beribu.

ah. lola saya dan lola dia itu beda.

dia itu sudah sangat dewasa, tua malah! dan dia juga sudah berkeluarga. sama saja terdengar lucunya ujaran itu kalau diomongkan oleh kakak-kakak saya nomer A-D. uwh.

ujung-ujungnya, saat ban selesai di tambal, pak yanto sudah menyebut angka Rp 3000. nyatanya, mbak nuk mengutip lebih mahal, yaitu Rp 4000.

asem.

saat saya cerita pada esti, dia hanya bilang, “mbak nuk itu memang selalu ingin mbathi dari kita …”

uwh.