Archive for teman

reuni kecil

Posted in konco-konco with tags , , on August 18, 2008 by femi adi soempeno

kami bertiga duduk menghadapi gelas masing-masing.

saya dan yani dengan soda gembira kami. dan tje dengan cappucino hangatnya. aih. dan reriungan ini menghangat bersama kepulan rokok yang disedot yani dan tje. hangat.

kami membincangkan si anu dan si anu yang lain. sedikit menggosip. tentang si anu yang pacaran dengan si anu. tentang si anu yang kakaknya sedang anu. tentang si anu yang sedang main hati dengan si anu. seru. rasanya seperti waktu masih kuliah dulu. obrolan memanas. penuh gosip dan gelak tawa.

formasinya memang seperti ini, dari dulu. kadang dengan beberapa teman lain. meriuhkan canda.

“malam-malam, aku naik motor. njuk dibajul temon … wah, aku wes GR, berarti aku bagus. eh, jebule pas aku cerito karo kancaku, lonthe-lonthe nang kono ki ncen tumpakane motor dan seneng mbajuli ngono …” kata tje.

hahahaha …

batal tirakatan

Posted in konco-konco, ngrasani jogja with tags , , , on August 16, 2008 by femi adi soempeno

ah, saya batal tirakatan.

awalnya, saya sudah bikin janji dengan mas eben dan mbak lina mau tirakatan bareng. “jam 10-an ya!” katanya.

inilah ritual yang tak pernah hilang: tirakatan saban malam 17 agustus. saatnya bertemu dengan tetangga kanan dan kiri. membaur, menjadikan ’satu’ sebagai warga yang tinggal di area yang sama.

tapi saya batal tirakatan. persis lima belas menit sebelum jam kencan untuk tirakatan bersama, rupanya mas eben dan mbal lina sudah duluan berangkat. oops.

jadilah arun dan saya hanya duduk-duduk di rumah, menghabiskan botol-botol bir yang tersisa. sampai … lima botol!

ah, jangan-jangan saya memang tidak niat tirakatan! :)

klasat-kleset bertiga

Posted in konco-konco with tags , on June 30, 2008 by femi adi soempeno

entah apa yang membikin kami jadi begini.

tiga orang bujang. paimun, arun, saya. sejak semalam menonton bola –final euro2008–, tidur pagi dan bangun siang, dan tetap saja bermalas-malasan. berbincang yang jorok, banyakan memfitnah dan sedikit serius. :) dan reriungan tiga lajang ini menjadi kian menarik.

kami baru beranjak saat tengah hari. tergoda untuk mengangkut beberapa perkakas dari toko sepeda. sesudahnya, ke toko perlengkapan outdoor, makan soto di klebengan, beli tiket dan pulang.

oalah gusti. paringana sabar.

ke terrace cafe dengan opa

Posted in konco-konco, ngrasani jogja with tags , , on June 7, 2008 by femi adi soempeno

agaknya saya harus lebih giat menelisik kehidupan malam di jogja.

pasalnya, orang-orang yang saya usung dari beragam usia. dan kini saya harus membawa aloy, made dan nina, teman-teman wartawan yang tengah ‘berpiknik’ ke jogja.

ujung-ujungnya, ya saya bawa ke terrace cafe. disini, pakai sandal jepit pun boleh masuk. abisnya opa aloy pakai sandal jepit sih!

kami mulai gembira sejak datang. lebih gembira lagi saat pitcher pertama datang. dan lebih-lebih gembira lagi saat pitcher-pitcher lain datang! olala … dan permainan musik dari inhouse-grup band pun semakin membikin kami gembira.

menjelang tengah malam, ada yang minta lagu umbrella. namanya habibi. aih, rupanya si kecil ini tengah merayakan ulang tahun! –saya jadi ingat merayakan ulang tahun paimun di terracce cafe ini, beberapa tahun lalu.– lucunya, melafalkan umbrella tidak dengan semestinya, tapi dengan ‘u’ yang sangat kental. duh duh duh …

kami gembira. sungguh.

hanya saja, harus membatalkan acara buka botol wine yang dibawa sendiri soalnya corkage fee nya 100 ribu. kemahalan ah.

dan melanjutkan hingga pukul 03.00 di kamar opa aloy.

 

 

siapa mau dibohongi?

Posted in konco-konco with tags , on June 1, 2008 by femi adi soempeno

saya mengangkut 11 yogurt dari lemari pendingin di superindo.

selebihnya, sebotol air mineral nestle untuk perjalanan sore nanti. total jenderalnya, saya perkirakan tak lebih dari Rp 70.000. ah, masih normal.

tapi ada yang abnormal. yaitu, pemandangan di superindo yang membikin saya muak. seorang laki-laki yang saya sangat mengenalnya, bersama dengan pelacurnya. keduanya berbelanja di area sayuran.

lonthe, lonthe …

saya lekas-lekas berlalu. saya tahu, saya dibohonginya.